-->

Berita Terbaru Hari Ini

Ads

Politik

Majalengka

DAERAH

Minggu, 23 Agustus 2026

Renovasi Kompi Produksi Walahar Tancap Gass dan Optimalkan Lahan Koramil

KARAWANG, Infonewsnusantara — Kodim 0604/Karawang terus melakukan renovasi dan pembenahan Kompi Produksi Walahar serta mengoptimalkan pengolahan lahan di sektor Koramil jajaran, Minggu (23/8/2026).

Pasiter Kodim 0604/Karawang Kapten Inf Kihajar Waskito, mewakili Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel dari Koramil jajaran dan unsur lainnya.

“Pembenahan ini kita lakukan secara bertahap, baik fasilitas Kompi Produksi Walahar maupun pengolahan lahan di masing-masing Koramil. Harapannya, seluruh fasilitas dan lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Kihajar.

Renovasi Kompi Produksi Walahar meliputi aula, mushola dan toilet, taman edukasi, gapura, joglo hingga pagar. 

Sejumlah pekerjaan yang telah berjalan antara lain pemasangan atap, pengecatan pagar dan dinding aula, pengecatan genteng mushola, pembuatan tangga joglo serta perapihan taman.

Hingga Minggu, progres renovasi tercatat sekitar 15 persen.

Sementara itu, pengolahan lahan di sektor Koramil juga terus dilanjutkan. Progres pekerjaan masing-masing Koramil bervariasi, mulai dari 10 persen hingga 60 persen.

“Kegiatan di sektor Koramil akan terus dilanjutkan. Tahap berikutnya meliputi pembersihan dan pembukaan lahan, pengolahan tanah, pembuatan bedeng, penyiapan bibit tanaman hingga pembuatan embung,” ujar Kihajar.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 115 personel terlibat, terdiri dari unsur TNI dan sipil. Pelaksanaan di lapangan dilaporkan berjalan aman, tertib dan lancar tanpa hambatan berarti. (Red).

Sabtu, 22 Agustus 2026

Cegah Tauran dan Begal, Danramil 0405/Pedes dan Rawamerta Lakukan Patroli Gabungan

KARAWANG, Infonewsnusantara – Koramil 0405/Pedes Kodim 0604/Karawang bersama Koramil 0403/Rawamerta, Polsek Pedes, Cibuaya, Rawamerta, serta Satpol PP menggelar Patroli Gabungan Bermotor Skala Besar di wilayah Kecamatan Pedes dan Rawamerta diawali apel di Kantor Kecamatan Pedes. Sabtu (22/8/26) malam.

Menggunakan sepeda motor dinas, jajaran Babinsa dan tim gabungan menyisir jalur rawan kejahatan C3, aksi geng motor, balap liar, serta area pemukiman warga guna memastikan situasi di wilayah Karawang tetap aman dan kondusif.

Danramil 0405/Pedes Kapten Chk Oman Adiana S.H menekankan niat pengabdian jajaran petugas di lapangan.

"Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan malam ini menjadi ladang amal ibadah buat kita semua untuk memberikan rasa nyaman untuk masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pedes menyampaikan bahwa Patroli gabungan yang dilaksanakan setiap malam minggu merupakan kebijakan dari Bupati Karawang dengan tujuan wilayah Karawang harus aman dari gangguan kamtibmas.(Red)

Kamis, 20 Agustus 2026

Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City

JAKARTA, Infonewsnusantara – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, memaparkan inovasi pelayanan publik digital Kabupaten Karawang melalui aplikasi Tanggap Karawang (Tangkar) dalam forum Jakarta Smart City, Kamis (20/8/2026).

Asep Aang menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan JAKI & Fellowship Cities Forum: Sharing Best Practices in Digital Transformation and Public Innovation yang berlangsung pada 19-20 Agustus 2026.

Dalam sesi General Session bertajuk “Smart City Beyond Technology: Leadership, Innovation, and Impact for Better Cities”, Asep Aang menyoroti pentingnya menempatkan masyarakat sebagai pusat transformasi digital pemerintahan.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat pemerintah tidak cukup hanya menghadirkan berbagai aplikasi, kecerdasan buatan (AI), cloud, big data, maupun konsep smart city.

Hal yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Transformasi digital di Karawang ini suatu keniscayaan. Ada banyak aplikasi yang muncul, tetapi pertanyaannya apakah aplikasi itu bisa menjawab permasalahan di masyarakat,” kata Asep Aang dalam paparannya.

Ia menjelaskan, masyarakat saat ini berubah dengan sangat cepat. Ekspektasi terhadap pemerintah pun ikut meningkat sehingga pemerintah daerah dituntut mampu beradaptasi dan memberikan pelayanan yang mudah, cepat, serta dapat diakses kapan saja dan dari mana saja.

Dalam konteks tersebut, kanal pengaduan masyarakat tidak cukup hanya menjadi tempat menyampaikan keluhan. Setiap laporan perlu mendapatkan respons dan tindak lanjut dari pemerintah.

“Yang berubah bukan hanya teknologi, tetapi juga ekspektasi masyarakat,” ujarnya.

Asep Aang kemudian memperkenalkan Tangkar sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Karawang membangun pelayanan publik digital yang responsif dan terintegrasi.

Tangkar merupakan akronim dari Tanggap Karawang. Nama tersebut dipilih agar mudah diingat masyarakat, sekaligus memiliki keterkaitan dengan salah satu makanan khas Karawang.

Melalui Tangkar, pemerintah daerah tidak hanya menyediakan kanal pengaduan, tetapi juga membangun mekanisme untuk menerima, merespons, dan menindaklanjuti laporan masyarakat.

Sistem tersebut juga terintegrasi dengan sejumlah instansi vertikal di daerah. Proses penyelesaian laporan dapat dipantau sehingga pengaduan tidak berhenti pada tahap penerimaan laporan.

Menurut Asep Aang, jumlah pengaduan yang masuk ke pemerintah daerah rata-rata mencapai sekitar 6.000 hingga 7.000 laporan setiap tahun.
Namun, tingginya jumlah laporan tersebut tidak serta-merta menunjukkan banyaknya persoalan di masyarakat. Sebaliknya, kondisi itu dapat menjadi salah satu indikator adanya kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Sebab, laporan yang masuk tidak seluruhnya berkaitan dengan persoalan besar. Masyarakat juga melaporkan persoalan sederhana, seperti kendala akses atau lupa kata sandi layanan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai melihat pemerintah daerah sebagai tempat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Dalam forum tersebut, Asep Aang menekankan bahwa teknologi pada dasarnya hanya berperan sebagai enabler atau pengungkit. Transformasi digital baru benar-benar terjadi ketika diikuti perubahan kepemimpinan, penguatan tata kelola, kerja lintas sektor, integrasi sistem dan data, serta pengembangan inovasi secara berkelanjutan.

“Transformasi benar-benar terjadi ketika kepemimpinan berubah, tata kelola diperkuat, kerja lintas sektor berjalan, sistem dan data terintegrasi, serta inovasi terus dikembangkan,” ujar Asep Aang.

Karena itu, keberhasilan transformasi digital pemerintah tidak hanya diukur dari jumlah aplikasi yang dimiliki, tetapi dari perubahan cara pemerintah bekerja dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Pada akhirnya, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak membangun aplikasi demi aplikasi, tetapi membangun pemerintahan yang semakin mudah diakses, semakin responsif, semakin terintegrasi, dan semakin dipercaya oleh masyarakat. Karena itu, transformasi pelayanan publik digital harus berorientasi pada solusi dan manfaat bagi masyarakat," tutup Asep Aang.

Dengan demikian, teknologi ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat tata kelola dan pelayanan publik. Sementara kepemimpinan, kolaborasi, integrasi layanan, serta kemampuan pemerintah merespons kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemerintahan digital di Karawang. (Ki)

Serka Rusdian Bersama Aparat Desa dan Warga Amankan Pria Diduga Dibawah Pengaruh Obat

KARAWANG, Infonewsnusantara — Warga Wancimekar, Kabupaten Karawang, dibuat resah oleh ulah seorang pria yang diduga berada di bawah pengaruh obat-obatan.

Pria tersebut disebut meminta uang kepada sejumlah warga hingga nekat masuk ke rumah masyarakat. Kondisi itu kemudian ditangani Babinsa Wancimekar, Serka Rusdian, bersama aparat desa dan warga.

Untuk mencegah situasi berkembang serta menjaga keamanan lingkungan, Serka Rusdian bersama pihak terkait mengamankan pria tersebut.

Selanjutnya, yang bersangkutan diserahkan ke Polsek Kota Baru untuk penanganan lebih lanjut.

Danramil 0406/Cikampek Kapten Inf Encep Sumarna mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

“Yang utama adalah menjaga keamanan warga dan mencegah terjadinya tindakan yang dapat merugikan masyarakat. Setelah diamankan, yang bersangkutan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Encep, Kamis (20/8/2026).

Ia mengimbau masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri apabila menghadapi situasi serupa. 

Warga diminta segera berkoordinasi dengan Babinsa, aparat desa maupun kepolisian agar persoalan dapat ditangani secara tepat dan tidak berkembang menjadi konflik.

Sementara itu, dugaan bahwa pria tersebut mengonsumsi obat-obatan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.

Polisi selanjutnya akan menentukan langkah penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. (Red).

Kompi Produksi Walahar Terus Didorong Jadi Wisata Edukasi Ketahanan Pangan di Karawang

KARAWANG, Infonewsnusantara — Kompi Produksi di Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, saat ini masih dalam proses perbaikan dan penataan.

Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan fungsi kawasan sebagai lokasi produksi pangan sekaligus mendukung rencana pengembangan wisata edukasi ketahanan pangan.

Komandan Kodim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto melalui Pasiter Kapten Inf Kihajar Waskito mengatakan, proses perbaikan dilakukan secara bertahap dengan tetap menjalankan kegiatan produksi.

“Sekarang masih dalam proses perbaikan dan penataan. Kita ingin kawasan ini semakin baik, sehingga produksi tetap berjalan dan ke depan bisa menjadi tempat edukasi bagi masyarakat,” ujar Kihajar, Kamis (20/8/2026).

Dalam proses pembenahan, Kodim 0604/Karawang mendapat dukungan dari Yon TP 941/Singaperbangsa dan Yon TP 938/Pancasona.

Selain mengembangkan berbagai sektor produksi, Kompi Produksi juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja di setiap cluster. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kompi Produksi ini juga melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga di setiap cluster. Tujuannya agar keberadaan Kompi Produksi dapat memberikan manfaat langsung dan ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karawang,” jelas Kihajar.

Ia menambahkan, peningkatan mutu ekonomi dan kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu tujuan pokok dari keberadaan Kompi Produksi.

Kompi Produksi Walahar saat ini memiliki sejumlah kegiatan, mulai dari pertanian, peternakan hingga perikanan.

Sektor pertanian meliputi jagung, terong, cabai, kangkung, kacang panjang, pare, timun, ubi jalar atau boled, dan kacang tanah.

Sementara sektor peternakan meliputi ayam kampung, domba sebanyak 21 ekor, serta bebek sekitar 5.000 ekor. Untuk sektor perikanan dikembangkan melalui kolam ikan.

Menurut Kihajar, berbagai kegiatan tersebut menjadi potensi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Harapannya masyarakat bisa melihat langsung proses pertanian, peternakan dan perikanan. Namun saat ini kita fokus menyelesaikan perbaikan dan penataan kawasan,” pungkasnya. (Red).

JAKARTA

PERISTIWA

© Copyright 2019 Infonews Nusantara | All Right Reserved