-->

Berita Terbaru Hari Ini

Ads

Politik

Majalengka

DAERAH

Kamis, 27 Agustus 2026

Perkuat Sinergitas, Dandim Karawang Ajak LSM dan Ormas di Coffee Morning

KARAWANG, Infonewsnusantara — Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Karawang untuk memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan sinergi dalam menjaga kondusivitas daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Nanda saat Coffee Morning bersama LSM dan Ormas Kabupaten Karawang yang digelar di Aula Makodim 0604/Karawang, Jumat (28/8/2026).

Nanda mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara Kodim 0604/Karawang dengan para pegiat organisasi masyarakat dan LSM.

“Pertemuan pagi hari ini bagi saya merupakan momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi serta memperkuat sinergi antara Kodim 0604/Karawang dengan seluruh organisasi kemasyarakatan yangada di Kabupaten Karawang,” ujarnya.

Menurutnya, LSM dan ormas memiliki peran penting sebagai kekuatan sosial sekaligus mitra pemerintah, TNI dan Polri dalam menjaga persatuan dan kesatuan, menciptakan keamanan serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Nanda menilai perbedaan latar belakang organisasi maupun pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai menjadi sumber perpecahan.

“Perbedaan tersebut bukan menjadi alasan untuk kita terpecah belah. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun Kabupaten Karawang yang semakin maju, aman dan kondusif,” katanya.

Ia juga mengajak para pengurus dan anggota LSM serta ormas untuk mengedepankan toleransi, saling menghormati, serta menyampaikan kritik dan masukan secara konstruktif dan santun.

Dalam kesempatan tersebut, Nanda memberikan apresiasi terhadap elemen masyarakat Karawang yang turut menjaga kondusivitas, khususnya terkait rencana aksi massa di Jakarta pada 27 Agustus 2026.

Menurutnya, tidak adanya pengiriman massa dari Karawang untuk mengikuti aksi tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap situasi keamanan dan ketertiban.

“Teman-teman dari organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan dan lainnya di Kabupaten Karawang tidak mengirimkan massa untuk kegiatan demo tanggal 27 di Jakarta. Ini saya apresiasi,” ungkapnya.

Nanda menegaskan, Kodim 0604/Karawang membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi LSM dan ormas.

Salah satunya melalui kantor Unit Intel Kodim 0604/Karawang di Jalan Panatayuda yang juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi publik.

“Tempat tersebut saya jadikan sebagai ruang komunikasi publik bagi teman-teman organisasi masyarakat maupun LSM untuk bisa bertukar informasi dan berkomunikasi,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan ruang tersebut dapat mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat tanpa sekat kelembagaan.

Nanda juga meminta LSM dan ormas turut menjadi teladan bagi masyarakat serta membantu memberikan edukasi agar warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

“Mari kita jadikan perbedaan organisasi sebagai warna dalam kehidupan bermasyarakat, bukan sebagai sumber perpecahan,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara Kodim, pemerintah daerah, Polri, LSM dan ormas dapat terus terbangun untuk menghadapi berbagai persoalan di Kabupaten Karawang.

“Kita boleh berbeda organisasi, berbeda pandangan dan berbeda latar belakang, tetapi kita memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga keutuhan NKRI dan menciptakan Kabupaten Karawang yang aman, damai dan sejahtera,” pungkasnya. (Ki).

Senin, 24 Agustus 2026

Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim Karawang Ditinjau Danrem 063/SGJ dan Waaster Kasad

KARAWANG, Infonewsnusantara — Komandan Korem (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., bersama Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasad Bidang Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, S.E., meninjau Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim 0604/Karawang. Senin (24/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan langsung terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan yang dikembangkan Kodim 0604/Karawang.

Kompi Produksi Ketahanan Pangan Kodim 0604/Karawang dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai kegiatan pertanian dan produksi pangan. 

Program tersebut sekaligus menjadi upaya TNI dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan secara produktif.

Dandim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto, S.Sos., menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong pengembangan kompi produksi agar dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Menurutnya, pengelolaan lahan produktif diharapkan tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Peninjauan Danrem 063/SGJ dan Waaster Kasad tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan di wilayah Kodim 0604/Karawang. (Red).

Minggu, 23 Agustus 2026

Renovasi Kompi Produksi Walahar Tancap Gass dan Optimalkan Lahan Koramil

KARAWANG, Infonewsnusantara — Kodim 0604/Karawang terus melakukan renovasi dan pembenahan Kompi Produksi Walahar serta mengoptimalkan pengolahan lahan di sektor Koramil jajaran, Minggu (23/8/2026).

Pasiter Kodim 0604/Karawang Kapten Inf Kihajar Waskito, mewakili Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel dari Koramil jajaran dan unsur lainnya.

“Pembenahan ini kita lakukan secara bertahap, baik fasilitas Kompi Produksi Walahar maupun pengolahan lahan di masing-masing Koramil. Harapannya, seluruh fasilitas dan lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Kihajar.

Renovasi Kompi Produksi Walahar meliputi aula, mushola dan toilet, taman edukasi, gapura, joglo hingga pagar. 

Sejumlah pekerjaan yang telah berjalan antara lain pemasangan atap, pengecatan pagar dan dinding aula, pengecatan genteng mushola, pembuatan tangga joglo serta perapihan taman.

Hingga Minggu, progres renovasi tercatat sekitar 15 persen.

Sementara itu, pengolahan lahan di sektor Koramil juga terus dilanjutkan. Progres pekerjaan masing-masing Koramil bervariasi, mulai dari 10 persen hingga 60 persen.

“Kegiatan di sektor Koramil akan terus dilanjutkan. Tahap berikutnya meliputi pembersihan dan pembukaan lahan, pengolahan tanah, pembuatan bedeng, penyiapan bibit tanaman hingga pembuatan embung,” ujar Kihajar.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 115 personel terlibat, terdiri dari unsur TNI dan sipil. Pelaksanaan di lapangan dilaporkan berjalan aman, tertib dan lancar tanpa hambatan berarti. (Red).

Sabtu, 22 Agustus 2026

Cegah Tauran dan Begal, Danramil 0405/Pedes dan Rawamerta Lakukan Patroli Gabungan

KARAWANG, Infonewsnusantara – Koramil 0405/Pedes Kodim 0604/Karawang bersama Koramil 0403/Rawamerta, Polsek Pedes, Cibuaya, Rawamerta, serta Satpol PP menggelar Patroli Gabungan Bermotor Skala Besar di wilayah Kecamatan Pedes dan Rawamerta diawali apel di Kantor Kecamatan Pedes. Sabtu (22/8/26) malam.

Menggunakan sepeda motor dinas, jajaran Babinsa dan tim gabungan menyisir jalur rawan kejahatan C3, aksi geng motor, balap liar, serta area pemukiman warga guna memastikan situasi di wilayah Karawang tetap aman dan kondusif.

Danramil 0405/Pedes Kapten Chk Oman Adiana S.H menekankan niat pengabdian jajaran petugas di lapangan.

"Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan malam ini menjadi ladang amal ibadah buat kita semua untuk memberikan rasa nyaman untuk masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pedes menyampaikan bahwa Patroli gabungan yang dilaksanakan setiap malam minggu merupakan kebijakan dari Bupati Karawang dengan tujuan wilayah Karawang harus aman dari gangguan kamtibmas.(Red)

Kamis, 20 Agustus 2026

Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City

JAKARTA, Infonewsnusantara – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, memaparkan inovasi pelayanan publik digital Kabupaten Karawang melalui aplikasi Tanggap Karawang (Tangkar) dalam forum Jakarta Smart City, Kamis (20/8/2026).

Asep Aang menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan JAKI & Fellowship Cities Forum: Sharing Best Practices in Digital Transformation and Public Innovation yang berlangsung pada 19-20 Agustus 2026.

Dalam sesi General Session bertajuk “Smart City Beyond Technology: Leadership, Innovation, and Impact for Better Cities”, Asep Aang menyoroti pentingnya menempatkan masyarakat sebagai pusat transformasi digital pemerintahan.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat pemerintah tidak cukup hanya menghadirkan berbagai aplikasi, kecerdasan buatan (AI), cloud, big data, maupun konsep smart city.

Hal yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Transformasi digital di Karawang ini suatu keniscayaan. Ada banyak aplikasi yang muncul, tetapi pertanyaannya apakah aplikasi itu bisa menjawab permasalahan di masyarakat,” kata Asep Aang dalam paparannya.

Ia menjelaskan, masyarakat saat ini berubah dengan sangat cepat. Ekspektasi terhadap pemerintah pun ikut meningkat sehingga pemerintah daerah dituntut mampu beradaptasi dan memberikan pelayanan yang mudah, cepat, serta dapat diakses kapan saja dan dari mana saja.

Dalam konteks tersebut, kanal pengaduan masyarakat tidak cukup hanya menjadi tempat menyampaikan keluhan. Setiap laporan perlu mendapatkan respons dan tindak lanjut dari pemerintah.

“Yang berubah bukan hanya teknologi, tetapi juga ekspektasi masyarakat,” ujarnya.

Asep Aang kemudian memperkenalkan Tangkar sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Karawang membangun pelayanan publik digital yang responsif dan terintegrasi.

Tangkar merupakan akronim dari Tanggap Karawang. Nama tersebut dipilih agar mudah diingat masyarakat, sekaligus memiliki keterkaitan dengan salah satu makanan khas Karawang.

Melalui Tangkar, pemerintah daerah tidak hanya menyediakan kanal pengaduan, tetapi juga membangun mekanisme untuk menerima, merespons, dan menindaklanjuti laporan masyarakat.

Sistem tersebut juga terintegrasi dengan sejumlah instansi vertikal di daerah. Proses penyelesaian laporan dapat dipantau sehingga pengaduan tidak berhenti pada tahap penerimaan laporan.

Menurut Asep Aang, jumlah pengaduan yang masuk ke pemerintah daerah rata-rata mencapai sekitar 6.000 hingga 7.000 laporan setiap tahun.
Namun, tingginya jumlah laporan tersebut tidak serta-merta menunjukkan banyaknya persoalan di masyarakat. Sebaliknya, kondisi itu dapat menjadi salah satu indikator adanya kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Sebab, laporan yang masuk tidak seluruhnya berkaitan dengan persoalan besar. Masyarakat juga melaporkan persoalan sederhana, seperti kendala akses atau lupa kata sandi layanan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai melihat pemerintah daerah sebagai tempat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Dalam forum tersebut, Asep Aang menekankan bahwa teknologi pada dasarnya hanya berperan sebagai enabler atau pengungkit. Transformasi digital baru benar-benar terjadi ketika diikuti perubahan kepemimpinan, penguatan tata kelola, kerja lintas sektor, integrasi sistem dan data, serta pengembangan inovasi secara berkelanjutan.

“Transformasi benar-benar terjadi ketika kepemimpinan berubah, tata kelola diperkuat, kerja lintas sektor berjalan, sistem dan data terintegrasi, serta inovasi terus dikembangkan,” ujar Asep Aang.

Karena itu, keberhasilan transformasi digital pemerintah tidak hanya diukur dari jumlah aplikasi yang dimiliki, tetapi dari perubahan cara pemerintah bekerja dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Pada akhirnya, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak membangun aplikasi demi aplikasi, tetapi membangun pemerintahan yang semakin mudah diakses, semakin responsif, semakin terintegrasi, dan semakin dipercaya oleh masyarakat. Karena itu, transformasi pelayanan publik digital harus berorientasi pada solusi dan manfaat bagi masyarakat," tutup Asep Aang.

Dengan demikian, teknologi ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat tata kelola dan pelayanan publik. Sementara kepemimpinan, kolaborasi, integrasi layanan, serta kemampuan pemerintah merespons kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemerintahan digital di Karawang. (Ki)

JAKARTA

PERISTIWA

© Copyright 2019 Infonews Nusantara | All Right Reserved