-->

Minggu, 16 Februari 2025

Remaja Masjid Raya At-Taqwa Cirebon Apresiasi 100 Hari Kepemimpinan Presiden Prabowo


CIREBON, infonewsnusantra.net

Wakil Ketua Umum Remaja Masjid raya At-Taqwa Kota Cirebon Bayu Anggara., C.C.D. mengapresiasi kinerja 100 hari Presiden RI, Prabowo.

"Kebijakan ekonomi Prabowo memastikan No one is left behind atau tidak ada yang ditinggalkan. Kebijakan seperti penghapusan utang UMKM dan Nelayan, paket stimulus bansos 38 triliun, hingga membatalkan kenaikan PPN 12 persen adalah bukti bahwa prioritas Presiden Prabowo adalah membantu rakyat kecil bebas dari kemiskinan,” ujar Bayu Anggara, pada Senin (17/2)

Menurut Bayu, kebijakan Makan Bergizi Gratis juga bukan sekedar melaksanakan janji kampanye, tapi merupakan komitmen Presiden Prabowo mempersiapkan generasi emas Indonesia untuk menyambut bonus demografi 2045 mendatang, hal ini ialah program jangka panjang yang akan dirasakan pada hari mendatang.

Dia pun menyampaikan Presiden Prabowo telah menjawab keraguan beberapa pihak mengenai kualitas demokrasi dan kebebasan berekspresi.

“Kami sebagai anak muda melihat semangat persatuan yang tercermin dalam langkah Presiden Prabowo untuk merangkul semua pihak untuk bergotong royong membangun indonesia menjadi negara maju. Presiden Prabowo mendengar keluh kesah masyarakat bawah ya, contohnya terkait pemberian amnesti terhadap narapidana kasus penghinaan ITE terkait kepala negara yang dalan hal ini ialah soal kemanusiaan yang patut diapresiasi.” tegas Bayu.

Sebagai Remaja Masjid raya At-Taqwa Kota Cirebon, Bayu berharap pemerintahan Presiden Prabowo terus mendengar aspirasi mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat.

Bahkan lebih lanjut Bayu menegaskan, “Kami siap menjadi mitra kritis dan konstruktif dalam mendukung pemerintah mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.(Mat/Sep)

Selasa, 30 Mei 2023

Kepala Staf Korem 063/ Sunan Gunung Jati Dampingi Study Banding Tim RS Bhayangkara Polri di RS Ciremai Cirebon



KOTA CIREBON, infonewsnusantara.net

Kasrem 063/SGJ Letkol Arh Dhama Noviang Jaya mendampingi kunjungan dari Tim Rumah Sakit Bhayangkara TK.I Posdokes Polri dalam rangka Studi banding di Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai, Jalan Kesambi Kota Cirebon ,Selasa (30/05/23)

Tujuan kunjungan dari Tim Rumah Sakit Bhayangkara TK.I Posdokes Polri selain meningkatkan sinergitas TNI – Polri juga dalam rangka melihat hasil pengerjaan dari PT. Murti  lndah  Sentosa terkait dengan pembangunan Radiotherapi, Rumah Sakit Tk III 03.06.01. Salah satu  Pelayanan unggulan Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai yaitu Alat Radioterapi LINAC RS Ciremai yang mana Alat tersebut belum dimiliki Rumah Sakit Rumah Sakit yang berada  wilayah Ciayumajakuning. RS Ciremai mendapatkan hibah Alat Radioterapi LINAC dari Kementerian Pertahanan RI. Di Jawa Barat sendiri peningkatan pasien kanker meningkat sementara layanan Radioterapi sangat terbatas, dengan adanya layanan Radioterapi di RS Ciremai akan bisa memangkas antrian pasien-pasien yang membutuhkan pengobatan. 

Dalam sambutan Danrem 063/Sunan Gunung Jati Brigjen TNI Dani Rakca, S.A.P, M.Han, yang dibacakan oleh Kasrem 063/SGJ Letkol Arh Dhama Noviang Jaya menyampaikan bahwa pembenahan dan peningkatan pelayanan Rumah sakit merupakan penjabaran perintah Kasad bahwa kehadiran Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai selain untuk melayani Prajurit dan keluarganya juga untuk membantu masyarakat yang kurang mampu kapan saja. Bila tidak ada transportasi kendaraan pengangkut pasien bisa laporan ke Babinsa yang nanti nya akan ditindaklanjuti oleh Dandim untuk diantarkan ke Rumah Sakit, hal tersebut sebagai bentuk kecintaan TNI terhadap rakyatnya. Oleh karenanya Danrem 063 / Sunan Gunung Jati selaku pimpinan di tingkat Dewan pengawas Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai bersama Karumkit, Dandenkes serta tenaga Dokter atau tenaga medis lainnya melakukan evaluasi, inovasi untuk meningkatkan pelayanan medis termasuk manajemen rumah sakit berbasis teknologi dan digitalisasi.

Dalam sambutan Danrem 063/ Sunan Gunung Jati Brigjen TNI Dani Rakca, S.A.P, M.Han, disampaikan juga bahwa dengan adanya Radioterapi di Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai, dapat membantu pemerintah dalam pemerataan pelayanan kesehatan kepada pasien yang menderita kanker di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Sehingga pasien kanker tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota besar dengan waiting list yang panjang. Alat Radioterapi LINAC menjadi salah satu modalitas terapi kanker yang juga menentukan kesembuhan atau peningkatan kualitas hidup pasien dengan mendapatkan terapi yang sempurna, faktor kesembuhan pun akan meningkat. Sesuai informasi dari Kepala Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai  bahwa Alat Radioterapi LINAC buatan Amerika Serikat ini yang tercanggih di Indonesia dan Alat Radioterapi sudah bisa melayani Pasien BPJS, sesuai dengan Perintah Harian Kasad yaitu TNI AD harus hadir di tengah kesulitan rakyat dan senantiasa menjadi solusi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai, Para Kasi Korem 063/Sunan Gunung Jati, Tim Rumah Sakit Bhayangkara TK.I Posdokes Polri terdiri dari  Kombes  Pol dr. Budi Heryadi,  SSTMK,  M.M, beserta 9 anggota Tim, Para Kabib, para Kainstal, Karu serta seluruh Civitas hospitalita rumah sakit Tk.III Ciremai Cirebon.(mat)

Kepala Staf Korem 063/ Sunan Gunung Jati Dampingi Study Banding Tim RS Bhayangkara Polri di RS Ciremai Cirebon



KOTA CIREBON, infonewsnusantara.net

Kasrem 063/SGJ Letkol Arh Dhama Noviang Jaya mendampingi kunjungan dari Tim Rumah Sakit Bhayangkara TK.I Posdokes Polri dalam rangka Studi banding di Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai, Jalan Kesambi Kota Cirebon ,Selasa (30/05/23)

Tujuan kunjungan dari Tim Rumah Sakit Bhayangkara TK.I Posdokes Polri selain meningkatkan sinergitas TNI – Polri juga dalam rangka melihat hasil pengerjaan dari PT. Murti  lndah  Sentosa terkait dengan pembangunan Radiotherapi, Rumah Sakit Tk III 03.06.01. Salah satu  Pelayanan unggulan Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai yaitu Alat Radioterapi LINAC RS Ciremai yang mana Alat tersebut belum dimiliki Rumah Sakit Rumah Sakit yang berada  wilayah Ciayumajakuning. RS Ciremai mendapatkan hibah Alat Radioterapi LINAC dari Kementerian Pertahanan RI. Di Jawa Barat sendiri peningkatan pasien kanker meningkat sementara layanan Radioterapi sangat terbatas, dengan adanya layanan Radioterapi di RS Ciremai akan bisa memangkas antrian pasien-pasien yang membutuhkan pengobatan. 

Dalam sambutan Danrem 063/Sunan Gunung Jati Brigjen TNI Dani Rakca, S.A.P, M.Han, yang dibacakan oleh Kasrem 063/SGJ Letkol Arh Dhama Noviang Jaya menyampaikan bahwa pembenahan dan peningkatan pelayanan Rumah sakit merupakan penjabaran perintah Kasad bahwa kehadiran Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai selain untuk melayani Prajurit dan keluarganya juga untuk membantu masyarakat yang kurang mampu kapan saja. Bila tidak ada transportasi kendaraan pengangkut pasien bisa laporan ke Babinsa yang nanti nya akan ditindaklanjuti oleh Dandim untuk diantarkan ke Rumah Sakit, hal tersebut sebagai bentuk kecintaan TNI terhadap rakyatnya. Oleh karenanya Danrem 063 / Sunan Gunung Jati selaku pimpinan di tingkat Dewan pengawas Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai bersama Karumkit, Dandenkes serta tenaga Dokter atau tenaga medis lainnya melakukan evaluasi, inovasi untuk meningkatkan pelayanan medis termasuk manajemen rumah sakit berbasis teknologi dan digitalisasi.

Dalam sambutan Danrem 063/ Sunan Gunung Jati Brigjen TNI Dani Rakca, S.A.P, M.Han, disampaikan juga bahwa dengan adanya Radioterapi di Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai, dapat membantu pemerintah dalam pemerataan pelayanan kesehatan kepada pasien yang menderita kanker di wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya. Sehingga pasien kanker tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota besar dengan waiting list yang panjang. Alat Radioterapi LINAC menjadi salah satu modalitas terapi kanker yang juga menentukan kesembuhan atau peningkatan kualitas hidup pasien dengan mendapatkan terapi yang sempurna, faktor kesembuhan pun akan meningkat. Sesuai informasi dari Kepala Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai  bahwa Alat Radioterapi LINAC buatan Amerika Serikat ini yang tercanggih di Indonesia dan Alat Radioterapi sudah bisa melayani Pasien BPJS, sesuai dengan Perintah Harian Kasad yaitu TNI AD harus hadir di tengah kesulitan rakyat dan senantiasa menjadi solusi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Rumah Sakit Tk III 03.06.01 Ciremai, Para Kasi Korem 063/Sunan Gunung Jati, Tim Rumah Sakit Bhayangkara TK.I Posdokes Polri terdiri dari  Kombes  Pol dr. Budi Heryadi,  SSTMK,  M.M, beserta 9 anggota Tim, Para Kabib, para Kainstal, Karu serta seluruh Civitas hospitalita rumah sakit Tk.III Ciremai Cirebon.(red)

Senin, 28 November 2022

Kuli Bangunan Tega Merudapaksa Anak Tirinya Yang Masih Berstatus Pelajar SMP




CIREBON, infonewsnusantara.net

Kuli bangunan di Kabupaten Cirebon tega merudapaksa anak tirinya yang masih berstatus sebagai pelajar kelas 2 SMP.

Bahkan, perbuatan bejat tersebut dilakukan tersangka berinisial SL (54) hingga berkali-kali kepada korban yang masih berusia 15 tahun.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, mengatakan, tersangka pertama kali melakukan aksinya pada 2020 saat korban masih kelas 6 SD.

Menurut dia, perbuatan itu akhirnya diketahui istri tersangka atau ibu kandung korban dan langsung melaporkannya ke Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon.

"Kasus ini terbongkar setelah korban menceritakan perbuatan ayah tirinya kepada ibu kandungnya," ujar Anton saat ditemui di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (28/11/2022).

Ia mengatakan, dalam melakukan aksinya SL juga kerap mengancam korban akan diusir dari rumah apabila tidak menuruti keinginannya.

Karenanya, korban pun merasa ketakukan terhadap ancaman tersangka. Namun, SL hanya mengancam secara verbal dan tidak disertai tindakan kekerasan fisik.

Pihaknya mengakui, tersangka bekerja sebagai kuli bangunan di DKI Jakarta, dan setiap pulang ke Cirebon kerap meminta "jatah" kepada korban.

"Dari hasil pemeriksaan sementara diduga SL melakukan perbuatan bejatnya berulang kali selama kurun 2020 hingga Agustus 2022," kata Anton.

Anton menyampaikan, saat ini tersangka telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon.

Jajarannya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut, di antaranya pakaian korban, ponsel, dan lainnya.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dan diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujar Anton.(Ki)

Minggu, 16 Oktober 2022

Forum Komunikasi Warga Sutajaya Gebang (FKWSG) Melakukan Show of Force Pertunjukan Tari Kolosal 100 Burok Dalam Even Pagelaran Seni Budaya dan Haul Pangeran Sutajaya Gebang



CIREBON, infonewsnusantara.net

Untuk mengukuhkan dan menunjukkan bahwa kesenian burok yang kini sudah menyebar ke daerah-daerah lain merupakan asli dari Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, para penggiat seni budaya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Sutajaya Gebang (FKWSG) melakukan show of force pertunjukan tari kolosal 100 burok dalam even Pagelaran Seni Budaya dan Haul Pamgeran Sutajaya Gebang yang berlangsung di halaman kantor Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, Minggu (16/10).

Hadir ikut menyaksikan acara tersebut putra wakil Presiden RI yang juga seniman dan budayawan Nasional Gus Syauqi Amin Ma'ruf, Bupati Cirebon H. Imron, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf Faurizal Nurdin, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Fajar Syahputra, Anggota DPRD Provinsi Jabar Hj. Yuningsih, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan, Kadis Budpar Kabupaten Cirebon Deny Nurcahya, dan sejulah tokoh masyatakat lainnya.

Ketua umum FKWSG, H. Tarmadi melalui wakil ketuanya, Abdul Manap mengungkapkan, pertunjukan tari kolosal 100 burok yang digelarnya tersebut dilakukan untuk mengaskan kepada khalayak luas bahwa kesenian burok merupakan asli kesenian dan budaya yang berasal dari Kecamatan Gebang, dalam catatan sejarah bahwa Kesenian Burok diciptakan pertama kalinya oleh Bapak Ta'al di Desa Kalimaro Kecamatan Gebang (dulunya sebelum dimekarkan masih masuk Kecamatan Babakan) Kabupaten Cirebon pada kisaran tahun 1920, saat itu burok dibuat dalam bentuk Bedawang semacam kurungan yang dihias dengan bentuk kepala burok dan bisa goyang

Menurutnya, untuk mengiringi musik genjring palempangan atau terbangan dengan ketika asyrokol saat membaca albarjanji atau membacakan sholawat dengan lagu-lagu
yang digelar dalam acara memperingati Isra Mi'raj, seiring waktu kesenian burok digelar bukan saja untuk memperingati Isra Mi'raj namun juga untuk untuk perayaan yang bernafaskan keislaman seperti khotmil quran, khitanan dan membangunkan orang sahur.

"Kami ingin menegaskan bahwa kesenian burok lahir di Gebang, jangan sampai daerah lain mengklaim kesenian burok ini, "tegasnya.

Ditambahkan Abdul Manap, seiring waktu dan perkembangan kemajuan jaman, di era tahun 1980an kesenian burok yang akhirnya sering digunakan mengarak hajatan pengantin sunat, musik atau tabuh-tabuhan yang sejarah awalnya berupa genjring terbangan, mulai mengadopsi alat musik modern seperti seruling, gitar, organ dan lainnya, kesenian burok Cirebon sempat menjadi kesenian yang go nasional dengan memperkenalkan keseniam burok dangdut, saat itu H. Mustofa dari Desa Pakusambrn Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon memperkenalkan kesenian burok hingga di wilayah Jakarta, Lampung, Medan bahkan sampai ke Bali.

"Sejak saat itu kesenian burok dikenal dimana-mana dan daerah lain mulai melirik dan membuat kesenian burok dengan berbagai versi seni musik sesuai daerahnya, "jelasnya.

Lanjut menurut Abdul Manap, hingga saat ini kesenian burok masih belum ada yang menghak patenkan sehingga bisa saja kesenian burok akan diklaim oleh daerah lain, misal di Banjarharjo Brebes, mereka memgembangkan kesenian burok semenjak tahun 1926 meskipun pertamakalinya pesan membuat kepala burok dari Desa Kalimaro, saat ini kesenian burok sudah menusantara dan mereka mengembangkan dengan gaya musik daerahnya, kekhawatiran tersebut srlalu memghantui para seniman burok di Kabupaten Cirebon khususnya di wilayah Kecamatan Gebang, maka dalam setiap momen pagrlaran seni budaya dan haul Pangeran Sutajaya Gebang, kesenian burok selalu dimunculkan dengan menggelar tari kolosal burok sebanyak -banyaknya untuk menunjukkan bahwa Gebang memang asli asal kesenian burok dan hanya di Gebang yang bisa mengumpulkan burok sebanyak itu, bisa jadi tari kolosal 100 burok ini adalah tari kolosal burok terbanyak di dunia, karrna daerah lain belum tentu bisa mengumpulkan sebanyak itu, selain itu sebagai bukti kesenian burok asli dati Gebang, FKWSG memuncjlkan kepala burok yang pertama kali dibuat pada tahun 1920 oleh bapak Ta'al beserta alat musiknya.

"Kami berharap ada campur tangan pemerintah Kabupaten Cirebon agar Kesenian burok diakui secara sah dengan di hak patrnkan menjadi kesenian asli Kabupaten Cirebon, sebelum dicuri daerah lain. "harapnya. (red)

Rabu, 12 Oktober 2022

Dengan Tibanya Musim Penghujan, Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar Intruksikan Siaga Bencana



CIREBON, infonewsnusantara.net

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, menginstruksikan jajarannya untuk siaga bencana.

Dengan tibanya musim hujan terdapat ancaman bencana yang menghantui masyarakat, misalnya, banjir, longsor, pohon tumbang, dan lainnya.

Karenanya, pihaknya menginstruksikan seluruh personel Polres Cirebon Kota bersiaga untuk membantu menangani bencana yang terjadi saat musim hujan.

"Ini antisipasi kami menghadapi datangnya musim hujan," kata M Fahri Siregar saat ditemui usai Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Rabu (12/10/2022).

Ia mengatakan, personel Polres Cirebon Kota harus bersiaga selama 24 jam membantu penanggulangan bencana saat musim hujan di Kota Udang.

Selain itu, pihaknya meminta seluruh personel untuk mengintensifkan koordinasi dengan BPBD Kota Cirebon sebagai leading sectornya.

Terutama untuk penyiagaan dan pengerahan personel dalam menanggulangi bencana serta menyiapkan posko tanggap darurat.

"Kami juga memetakan lokasi rawan bencana di wilayah hukum Polres Cirebon Kota dan menginventarisasi kebutuhannya manakala terjadi bencana," ujar M Fahri Siregar.

Fahri memastikan, seluruh sarana prasarana Polres Cirebon Kota siap 100 persen untuk dikerahkan dalam penanggulangan bencana di Kota Cirebon.

Bahkan, setiap kendaraan patroli Satuan Samapta Polres Cirebon Kota telah dibekali peralatan penanggulangan bencana dari mulai gergaji mesin dan lainnya.

Adapun potensi bencana yang terjadi saat musim hujan di Kota Cirebon saat musim hujan, di antaranya, banjir, longsor, hingga pohon tumbang.

"Yang paling rawan adalah pohon tumbang, sehingga kami membekali peralatan khusus di setiap kendaraan patroli supaya bisa bertindak cepat," kata M Fahri Siregar.(mat)
© Copyright 2019 Infonews Nusantara | All Right Reserved