-->

Jumat, 24 Mei 2024

Koalisi 3 Parpol di Karawang Deklarasikan Usung Calon Bupati Petahana


Karawang, InfoNews
- Tiga partai politik di Kabupaten Karawang yang terdiri atas Partai NasDem, Gerindra dan PKS mendeklarasikan petahan Aep Syaepuloh sebagai bakal calon bupati Karawang pada Pilkada serentak yang akan digelar pada 27 November 2024.

"Kami NasDem, Gerindra dan PKS sudah mendiskusikan sebelumnya, sepakat membangun koalisi untuk saling menguatkan dengan kebersamaan atas dasar kesetaraan pada Pilkada nanti," kata Ketua DPD Partai NasDem Karawang Dian Fahrud Jaman di sela deklarasi koalisi mendukung Aep Syaepuloh pada Pilkada 2024, Jumat (24/05/2024)

Menurut dia, kepekaan calon pemimpin terhadap persoalan di Karawang bisa menentukan dampak bagi masyarakat Karawang. Aep yang kini menjabat Bupati Karawang memiliki visi yang jauh ke depan untuk pembangunan Karawang. 

Sekretaris DPC Partai Gerindra Karawang, Endang Sodikin mengatakan, saat ini koalisi NasDem, Gerindra dan PKS tengah membangun kekuatan untuk meraih kemenangan di Pilkada 2024.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Karawang Budiwanto mengatakan bahwa kemenangan akan lebih mudah diraih dengan kuatnya kebersamaan. (Red)

Kamis, 23 Juni 2022

Megawati: Yang Milih Pak Jokowi Saya, Kok Jejaknya Mau Dihilangkan


Jakarta, INFONEWS NUSANTARA.NET
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku senang telah memilih Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden RI dari partainya. Megawati mengungkit cibiran orang-orang yang, katanya, sempat mengejek pilihannya.

Dalam penutupan Rakernas II PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (23/6/2022), Megawati menyebut sejarah mengajarkan bagaimana pemimpin amat berperan bagi kelangsungan hidup atau matinya suatu bangsa. Bagi Megawati, Jokowi berhasil memimpin bangsa.

 "Saya merasa berterima kasih bahwa saya tidak salah pilih ketika waktu saya men-declare Pak Jokowi, orang kan dengan sinis mengatakan, 'Siapa toh Pak Jokowi nggak dikenal kok Ibu Mega berani-berani mengajukan dia'. Saya diam saja," kata Megawati.

Megawati mengatakan pengalaman hidup membuatnya bisa melihat seseorang lebih mendalam. Dia yakin terhadap Jokowi saat itu.

"Kalau kita lihat kan sekarang Pak Jokowi itu kan bayangkan, saya heran juga lo, saya sampai tanya karena saya bilang, kalau berdua kan panggilnya adik, 'Adik, situ itu padahal kurus ya tapi kok bisa sih tahan banting banget'," ujar Megawati.

Megawati juga mengungkit aksi Jokowi yang kerap turun ke pasar dan bertanya langsung kepada rakyat. Megawati bersyukur telah memilih Jokowi.

Karena itu, Megawati meminta semua pihak bersabar terkait capres yang bakal diusung PDIP. Megawati juga mengungkit dugaan upaya menghilangkan perannya dalam memilih Jokowi.

"Jadi saya melihat alhamdulillah bahwa dulu yang menganggap saya ini kayaknya, 'Ini sopo to wongnya' ternyata bisa menjadi pemimpin pada saat sekarang. Kadang orang itu mau nutup-nutupi, orang yang milih itu Pak Jokowi ya saya kok. Kok kayaknya itu jejak mau dihilang-hilangkan gitu. Lo, enak bener," kata Megawati. 

"Lo, makanya, sudahlah tunggulah kalau saya... ya ndak mungkin dong dari mulut saya ndak akan keluar nanti siapa yang mau saya jadikan gitu, lo," ujarnya.

Rabu, 22 Juni 2022

Projo Tepis 3/4 Peserta Rakernasnya Kader PDIP: Mungkin 50 Persen

Ketum Projo, Budi Arie Setiadi

Relawan Pro Jokowi (Projo) angkat bicara perihal pernyataan politikus senior PDIP Panda Nababan yang menyebut ultimatum Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terhadap yang bermanuver ditujukan kepada kader PDIP yang hadir di acara rakernas Projo. Projo menekankan tidak pernah berminat mengusik peran dan fungsi partai politik (parpol).

"Sejak awal hingga kini kami tidak pernah memusuhi partai politik. Kami juga tidak ingin mengusik hak konstitusional parpol yang berhak mengajukan pasangan capres dan cawapres dalam pemilihan presiden," kata Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi melalui keterangan tertulis kepada detikcom, Kamis (23/6/2022).

Budi Arie menjelaskan Projo merupakan relawan-relawan sadar bahwa pemimpin rakyat harus dilahirkan. Projo, lanjutnya, hanya ingin berkontribusi dalam peningkatan kualitas demokrasi yang kita perjuangkan sejak 1998.

"Kami dari Projo punya semangat dan militansi untuk mendukung lahirnya pemimpin rakyat dengan segenap agenda-agenda rakyat. Projo adalah relawan- relawan berkesadaran penuh bahwa perubahan harus di lakukan dan pemimpin rakyat harus dilahirkan. Itulah yang membuat Projo berdiri sejak 2013. Elan dan semangat kami adalah setia di garis rakyat," tuturnya.

Kendati demikian, Budi Arie tak menampik banyak kader PDIP yang hadir dalam rakernas Projo yang digelar beberapa waktu lalu di Magelang, Jawa Tengah. Namun, dia menepis pernyataan Panda Nababan yang menyebut tiga perempat dari jumlah yang hadir adalah kader PDIP.

"Bagaimana dengan pernyataan 3/4 yang hadir di Rakernas V Projo adalah kader PDIP? Banyak kader, anggota dan simpatisan yang hadir adalah PDIP memang tidak salah. Tapi jumlahnya tidak 3/4 tapi mungkin 50 persen. Banyak anggota dan kader Projo yang juga anggota partai lain atau bahkan tidak menjadi salah satu anggota partai mana pun," ungkap Budi Arie.

Lebih lanjut, Budi Arie menuturkan, demokrasi haruslah melibatkan partisipasi publik. Menurutnya, demokrasi partisipatoris hanya bisa terwujud jika rakyat terus diorganisasi untuk semakin terlibat aktif dalam proses perjalanan bangsanya.

Karena itu, Projo selalu berkomunikasi dengan seluruh parpol untuk mendialogkan agenda kebangsaan dan kerakyatan. Dia kembali menekankan tidak pernah berminat mengusik peran dan fungsi parpol.

"Kami tidak berminat mengusik peran dan fungsi parpol. Tugas kami hanya ingin agar peran rakyat terus menjadi semakin signifikan dalam pertumbuhan demokrasi kita. Partisipasi rakyat dalam proses politik harus semakin maju. Bukan sekedar di mobilisasi ketika saat pemilu tiba," papar dia.

"Projo selalu berkomunikasi dengan seluruh parpol, kami kami sadar bahwa agenda-agenda kebangsaan dan kerakyatan harus terus didialogkan," imbuh Wakil Menteri Desa itu.

© Copyright 2019 Infonews Nusantara | All Right Reserved